NONTON BARENG FINAL SEA GAMES PLUS SIMULASI E-VOTE

Tinggalkan Komentar

Senin/21 Nov 2011 – Aditorium Gedung BPPT tampak hingar binger kendati waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Situasi ini terjadi bukanlah lantaran adanya aksi demo dari para pegawai BPPT, melainkan karena berlangsungnya acara nonton bareng Final sepak bola Indonesia vs Malaysia dalam kejuaraan Sea Games 2011 yang diadakan di Auditorium BPPT oleh IA-ITB Komisariat Jakarta.

Semakin dekatnya hari pelaksanaan pemilihan Ketua Umum IA-ITB yang akan digelar pada 2-3 Desember mendatang, bermacam even dan kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi teknis penggunaan dan pelaksanaan ‘e-vote’ pun juga semakin gencar digelar oleh berbagai pihak, baik itu pihak Panitia Kongres maupun pihak pengurus daerah (Pengda) seperti yang sedang dilaksanakan oleh IA-ITB Jakarta ini.

Dua hari sebelumnya (Sabtu/19-11-2011), sosialisasi penggunaan sistem ‘e-vote’ ini juga dilaksanakan di Gedung Sate, Bandung, dalam rangkaian acara Debat Kandidat Ketua Umum IA-ITB yang digelar oleh IA-ITB Jawa Barat. Hanya saja, simulasi kali ini dikemas dengan lebih unik, yakni simulasi dibuka sembari para alumni yang hadir tidak hanya disuguhi dengan aneka makanan, namun juga disuguhi tontonan sepak bola final kejuaraan Sea Games dengan menggunakan tiga (3) layar lebar di depan, kiri dan kanan panggung utama Auditorium BPPT.

Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disediakan dalam ruangan Auditorium tersebut berjumlah 3 TPS, dan dari 432 peserta yang memberikan hak suaranya dalam simulasi tersebut diperolehlah hasil perolehan suara sebagai berikut:

  1. Amir Sambodo (113 suara),
  2. Hermanto Dardak (70 suara),
  3.  Dasep Ahmadi (21 suara),
  4.  Nining I. Soesilo (49 suara), dan
  5. Sumaryanto Widayatin (179 suara).

DEBAT KANDIDAT KETUA IA-ITB & KONGRES IA-ITB PENGDA BANTEN

Tinggalkan Komentar

Selasa/15 Nov 2011, Rombongan Kandidat Ketua IA-ITB berhembus ke Cilegon Banten guna memenuhi undangan penyematan acara debat Kandidat Ketua IA-ITB di sela hajatan besar IA-ITB Pengda Banten yang sedang melaksanakan Pemilihan Ketua Umumnya untuk periode 2011-2015.

Acara yang dilaksanakan di Auditorium Pusat Pendidikan dan Latihan Krakatau Steel itu dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan serangkaian acara pembuka yang cukup unik. Di saat memasuki pintu masuk ruangan Auditorium, para hadirin dan undangan langsung disuguhi dengan hidangan bajigur, bandrek dan makan malam serta buah-buahan lengkap. Para hadirin semakin dimanjakan dengan acara pembukaan berupa Persembahan Seni Tari dari Duta Seni Krakatau Steel.

Tidak hanya itu, peserta dan undangan juga diajak berileksasi dalam acara tersebut dengan suguhan ‘goyunan’ dari para panitia yang tergabung dalam tim MC. Bila biasanya kita melihat dan mengikuti acara debat kandidat yang seba serius dan menegangkan, maka hal itu tidak terlihat sama sekali di sini. Selain dipandu oleh lebih dari 1 (satu) orang moderator, uniknya debat kandidat ini dikemas dengan nuansa parodi. Para MC yang berjumlah 5 (lima) orang semuanya menggunakan pakaian yang serba aneh dan nyeleneh. Kenyelenehan acara semakin jelas saat MC membacakan peraturan bahwa “Kandidat dilarang guyon, MC dilarang serius, dan hadirin boleh guyon-boleh serius”.

Namun acara tidak serta merta kehilangan esensinya. Peraturan hanyalah sekedar polesan acara guna lebih bisa menghadirkan suasana yang lebih mengikat. Buktinya, kelima calon kandidat tetap saja terlihat mantap saat menyampaikan visi dan misinya secara bergantian dan juga di saat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh MC dan juga peserta yang bertanya.

Tampak hadir dalam acara, John Heilmy (Wakil Sekjen PP IA-ITB), (Direktur Eksekutif PP IA-ITB), dan Agustin Peranginangin (Ketua Panitia Kongres VIII IA-ITB).

Acara debat kandidat berakhir pada pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum IA-ITB Pengda Banten yang sebelumnya juga sudah melaksanakan sebagian rangkaian acara terkait. Uniknya, penghitungan suara tidak dilakukan terbuka, melainkan dilakukan oleh panitia di belakang layar. Hebatnya, metode penghitungan suara tersebut tidak sedikitpun menjadi permasalahan bagi para pengurus dan anggota Pengda Banten, mereka tetap terlihat hangat dan menikmati kemeriahan acara tersebut.

Berikut perolehan suara dari 4 (empat) calon Ketua Umum IA-ITB Pengda Banten yang maju:

  1. Wisnu Kuncoro (EL 81) memperoleh 78 suara;
  2. Yusdeka Putra (TI 81) memperoleh 12 suara;
  3. Imam Purwanto (SI 81) memperoleh 19 suara;
  4. Tatang Kusmara (TK 82) memperoleh 13 suara.

Wakil Ketua Pengda Batam : “Kegiatan IA-ITB Jangan Hanya Di Jakarta dan Bandung Saja”

Tinggalkan Komentar

Jum’at kemarin (21/10/11) telah diselenggarakan “DEBAT KANDIDAT CALON KETUA UMUM IA-ITB” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pengurus Daerah (PENGDA) Batam.

Acara yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam ini dihadiri oleh seluruh calon Ketua Umum IA-ITB yang berjumlah lima (5) orang lengkap didampingi oleh Team Suksesnya masing-masing.

Dari hasil wawancara dengan Bapak Eko, Wakil Ketua Pengda Batam, disampaikan bahwa acara berjalan cukup meriah dan para alumni yang berdomisi di Batam begitu antusias untuk hadir dan mengikuti jalannya acara debat kandidat tersebut.

Menurut Eko, adapun tujuan dari pelaksanaan acara debat kandidat ini adalah untuk mentransformasikan ide-ide atau gagasan-gagasan program yang diusung oleh masing-masing kandidat.

“Agar kawan-kawan alumni yang ada di daerah-daerah bisa mengetahui atau mendapatkan gambaran tentang program-program rancangan dari masing-masing calon bila ia nantinya terpilih menjadi Ketua Umum IA-ITB periode 2011-2014, kemudian bagaimana progresnya ke daerah-daerah”, papar Eko yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Eko menambahkan, kawan-kawan alumni, melalui Pengda Batam mengharapkan Pengurus Pusat yang dalam kesempatan ini calon ketua umumnya sedang berkompetisi untuk meraih kursi Ketua Umum, sebisa mungkin melaksanakan program-program kerja yang dilaksanakan di daerah-daerah, terutama di Batam.

“Pengda Batam mengharapkan kegiatan-kegiatan IA-ITB di daerah-daerah, terkhusus di Batam. Pada masa-masa awal seperti ini masing-masing Pengurus daerah sangat berharap dibuat kegiatan-kegitan IA-ITB yang dilaksanakan di daerah-daerah secara berkelanjutan, tidak hanya di awal-awal kepengurusan atau kepemimpinan saja”, jelas Eko.

“Kegiatan jangan hanya dilaksanakan di Jakarta dan Bandung saja”, tambah Eko.

Masih seputar program yang diusung oleh masing-masing calon, menurut Eko, beberapa kandidat yang mengusung program yang berorientasi pada kewirausahaan (teknopreneurship) sangat cocok untuk diterapkan di kota Batam.

“Ada tiga kandidat, yaitu Dasep, Amir Sambodo dan Nining yang orientasinya kepada kewirausahaan dan itu sangat aplikatif untuk di Batam”, ungkap Eko seusai mendengarkan penjelasan program kerja yang direncanakan oleh kelima kandidat Ketua Umum ITB tersebut.

Selain itu, Eko juga menyampaikan keluhannya tentang minimnya alumni ITB yang bergabung atau terdata di database Pengda Batam. Menurutnya ini menjadi tugas bersama, bukan hanya menjadi tugas Pengda Batam, tapi juga Pengurus Pusat untuk bisa meningkatkan jumlah keanggotan alumni ITB di batam melalui program-program kegiatan yang dilaksanakan di daerah, sehingga eksistensi dan kemanfaatan organisasi ini benar-benar bisa dirasakan.

Sementara untuk masalah pemilihan/pemungutan suara dalam kongres nanti , terlepas dari sistem yang dipergunakan, Eko menyatakan bahwa hal utama yang harus dikejar dalam Kongres  nantinya adalah silaturahmi di antara alumni dari berbagai daerah. Sementara untuk Kongres IA-ITB 2011 yang secara parsial juga dilaksanakan di kota Batam, Eko menyatakan bahwa di Batam yang pasti harus ramai.

Respon Daftar Pemilih Sementara

2 Komentar

Oleh :Biro Humas dan Program

Atas respon dan perhatian dari seluruh alumni terkait dengan daftar pemilih sementara yang sudah kami umumkan, Panitia mengucapkan terima kasih.
Adapun Data tersebut bersifat sementara, dimana Data ini akan terus diperbaiki. Sehingga pada waktunya dapat menjadi Daftar Pemilih Tetap, yang menjadi acuan dalan pelaksanaan Kongres VIII nanti.
Selain perbaikan database, Kongres kali ini kita harapkan dapat memperluas jangkauan kepengurusan Ikatan Alumni.
Perlu kami sampaikan kepada seluruh alumni bahwa sampai hari ini, belum terbentuk kepengurusan daerah di beberapa Provinsi berikut:
1. Bengkulu;
2. Kalimantan Tengah;
3. Kalimantan Selatan;
4. Sulawesi Tengah;
5. Sulawesi Tenggara;
6. Sulawesi Barat;
7. Nusa Tenggara Barat;
8. Nusa Tenggara Timur;
9. Maluku;
10. Maluku Utara;
11. Gorontalo.
Oleh karena itu, kami harapkan apabila ada alumni di daerah tersebut untuk menginisiasi pembentukan Pengurus Daerah.
Demikian kami sampaikan semoga memberi manfaat bagi kita semua.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.