Source: http://www.golkar.or.id/content/news/berita/parpol-dukung-kader-bersaing-rebut-ketum-ia-itb

JAKARTA – Beberapa pimpinan parpol tidak membantah anggapan bahwa kursi ketua umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) memang menjadi salah satu simpul incaran berbagai kepentingan politik.

Karena itu,Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso mempersilakan unsur pimpinan maupun kader partainya untuk berpartisipasi dalam perebutan kursi Ketua Umum IA-ITB. ”Saya tak memungkiri banyaknya kader Golkar yang memimpin ormas atau komunitas memberi keuntungan secara politik bagi partai kami. Tentu kami tidak secara resmi memberi dukungan untuk pemenangannya,” ujar Priyo di Jakarta kemarin.

Dia mencontohkan, saat ini ada kader Golkar yang telah menduduki posisi sebagai pimpinan ikatan alumni kampus dan meramaikan ajang pemilihan ketua ormas seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Bahkan, kata dia, secara alamiah,tampuk kepemimpinan di beberapa ormas seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sudah dikuasai oleh kader Golkar. Menurut Priyo, banyaknya kader partai yang menduduki jabatan strategis di ormas atau ikatan alumni akan menambah bobot partai.

Anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini juga menekankan bahwa Golkar tidak melancarkan strategi khusus agar ”jago” atau kadernya meraih kemenangan dalam pemilihan Ketua Umum IA-ITB. ”Jadi, bahasanya bukan mendukung atau mendorong,tapi mempersilakan,” katanya. Salah satu Wakil Ketua DPR ini mengakui, untuk Kongres VIII/IAITB tahun ini besar kemungkinan ada kader partainya yang bakal maju sebagai kandidat.

Dia tidak menanggapi kemungkinan ada orang di lingkaran kerabat unsur pimpinan Golkar yang jarang muncul diusung sebagai salah satu kandidat. Sekadar diketahui, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie merupakan jebolan Jurusan Teknik Elektro ITB. Sedangkan Ketua Umum IA-ITB saat ini dijabat oleh Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, alumnus Jurusan Teknik Perminyakan ITB. Sebelum Hatta, kursi Ketua Umum IA-ITB diduduki Laksamana Sukardi, mantan Bendahara DPP PDIP sebelum mendirikan partai baru yakni Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Laksamana adalah lulusan Jurusan Teknik Sipil ITB. Hatta terpilih pada 2007 saat dia menjabat sebagai Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid I. Sedangkan Laksamana Sukardi terpilih pada 2002 saat menjabat sebagai Menteri Negara BUMN pada pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta juga menyatakan bahwa PKS secara moral ikut mendorong para kadernya untuk aktif memimpin di ormas, organisasi profesi, ikatan alumni, atau komunitas lainnya karena hal itu akan menambah kapasitas personal si kader.

Dia juga mengakui bahwa jaringan kuat di IA-ITB bakal berpengaruh signifikan dalam kancah politik sebelum dan setelah pemilu sehingga wajar jika banyak politisi yang ikut ”bermain” dalam proses pemilihannya. ”Kalau korelasi politik secara langsung memang tidak terlalu signifikan,tetapi untuk jaringan ya partai memang perlu punya akses ke mana-mana,” katanya. Anis mengungkapkan, para kader PKS juga banyak yang aktif di IA-ITB. Bahkan, saat Kongres VII/2007 lalu beberapa kader PKS punya andil besar dalam pemenangan Hatta Rajasa.

Sebelumnya pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menyatakan, posisi Ketua Umum IA-ITB menjadi incaran sejumlah kekuatan politik di Indonesia. Poros kekuatan politik dan pemodal besar memandang jaringan luas IA-ITB dapat dimanfaatkan untuk mendukung target mereka pada 2014. Kongres VIII IA-ITB yang salah satu agendanya adalah memilih ketua umum untuk periode 2011–2015 rencananya digelar pada Oktober tahun ini. [Rahmat Sahid/Dyah Pamela]

Sumber: Seputar-indonesia.com