[Press Release] Bandung – 9 Juli 2011.

Ikatan Alumni ITB tahun ini kembali menyelenggarakan pemilihan Ketua Umum IA-ITB yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2011 mendatang. Pemilihan Ketua Umum ini berlangsung setiap 4 tahun sekali. Ada yang berbeda dengan kongres sebelumnya, yaitu pada kongres kali ini pemilihan ketua umum akan menggunakan perangkat e-Voting, yaitu pemilihan tidak lagi menggunakan cara konvensional melalui pencoblosan kertas/surat suara, tetapi menggunakan perangkat elektronik. Data pemilih dan hasil pemilihan pun sudah bersifat elektronik.

Penggunaan electronics voting ini, sesuai dengan program kepengurusan IA ITB periode 2007-2011 seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum IA ITB Bapak Hatta Radjasa, pada Rakernas IA ITB di Medan pada tanggal 26 Maret 2011. Penggunaan electronics voting system ini juga merupakan salah satu program kerja dari Bidang I Organisasi yang diketuai oleh Ibu Jetti Rosila Hadi.

Secara teknis pelaksanaa, kepanitiaan Kongres IA ITB 2011 ini dipercayakan kepada IA-ITB Jabar, walaupun dalam susunan kepanitiannya sendiri terdiri dari pengurus pusat, pengurus daerah Jawa Barat maupun pengda lainnya.

Dalam proses pemilihan sistem e-Voting ini, IA-ITB merangkul para alumni yang memiliki kapabilitas untuk membuat sistem e-Voting yang dapat dipercaya, akuntabilitas tinggi dan bisa diaudit secara terbuka. Sehingga tidak ada keraguan soal permainan dan manipulasi data seperti yang selama ini dilontarkan oleh mereka yang tidak setuju dengan penggunaan electronic voting. Padahal dengan sistem konvensional pun sudah terbukti dapat terjadi penggelembungan suara dan manipulasi data.

e-Voting yang dikembangkan oleh IA-ITB ini menggunakan teknologi yang handal, tidak bisa dimanipulasi, dan memiliki tingkat keamanan berlapis dan keabsahannya dapat diakui secara mutlak. Menggunakan sistem verifikasi untuk menentukan sah atau tidaknya calon pemilih, sistem pemilihan/penghitungan yang akurat.

Secara teknis, sistem e-Voting ini menggunakan microcontroller dan penggunaan chip EEPROM yang tidak dapat dimanipulasi, digabungkan dengan hasil print out yang jika diperlukan dapat dijadikan sebagai sarana audit penghitungan suara. Penghitungan suara akan sangat cepat karena setelah data voting dimasukan ke sistem server, seluruh modul pemilihan suara akan mengirimkan data ke sistem dengan cepat. Hasil penghitungan suara akan dapat dilihat hasilnya dalam waktu yang sangat cepat. Bahkan bisa mengalahkan quick count yang biasa dilakukan oleh lembaga-lembaga independen.

Panitia Kongres IA-ITB 2011

20110803-154642.jpg

Alat Demo yang digunakan masih menggunakan “Control Unit” berbasis PC