20111001-074832.jpgBakal calon ketua umum IA-ITB berikutnya yang telah mengembalikan formulir pendaftaran pada hari Rabu 28 September 2011 adalah Gatut yang sekarang menjadi ketua IA-ITB Jawa Timur periode 2010 – 2014 maju seorang diri tanpa pendamping dan tim sukses, istilah bonek sangat melekat dengan bapak yang merupakan alumni ITB angkatan 74 jurusan arsitektur. Tapi klaimnya sudah mengantongi banyak dukungan baik dari pengurus daerah maupun jurusan. Dalam obrolan ringannya Gatut mengatakan maju terus pantang mundur.
“pokoknya maju terus pantang mundur.haha”. kata Gatut dengan senyum lebarnya saat diwawancarai.
Gatut punya obsesi jika nanti terpilih ingin merubah nama IA-ITB yang selama ini menjadi selalu memakai nama Pengurus Pusat.
“kalau saya nanti terpilih akan saya rubah nama Pengurus Pusat IA-ITB menjadi IA-ITB Nasional atau Nusantara atau IA-ITB Indonesia. Penting sebuah nama untuk menunjukkan jatidiri bangsa.”yakin Gatut menjelaskan sedikit mengenai targetnya jika nantinya terpilih.

Lain lagi dengan bakal calon kandidat yang menyusul pada pukul 16.30 wib, dia adalah seorang pengusaha sukses dengan latar belakang teknik mesin angkatan 84, dia adalah Dasep Ahmadi. Dasep didampingi sekitar 40an orang dari berbagai kalangan kebanyakan masih mudah. Maklum dasep adalah salah satu angkatan termuda yang mencalonkan diri menjadi bakal calon Ketua Umum periode 2011 – 2014. Diharapkan nantinya dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk para alumni muda khususnya.

Target pertama saya jika nantinya terpilih adalah ingin merubah paradigma berfikir yang mendasar dan memberikan lapangan pekerjaan. Tidak selamanya kita mau maju selalu bergantung kepada birokrasi. Harus bisa mandiri dong.” Kata ketua Kalam Salman ini mencoba memaparkan visinya.
Lebih lanjut Dasep yang pernah juga bekerja di BUMN selama 2 tahun ini menambahkan jika dia telah didukung oleh beberapa kalangan baik jurusan dan daerah.
“saya didukung oleh teman-teman dari Jakarta, jabar, jatim, Kalimantan dan Sulawesi ditambah dari jurusan ada mesin, kimia, elektro dan farmasi, untuk persayaratan sudah lebih dari cukup. Dengan mantap Dasep menjelaskan.

Dasep mengakhiri wawancaranya dengan berpesan kepada alumni tentang harapannya kepada semua untuk berpartisipasi dan bersaing secara sehat. Tidak saling menjatuhkan dan penuh dengan kekeluargaan