JAKARTA, PedomanNEWS.com –Apakah pemilihan ketua umum IA ITB akan menggunakan e-voting? Sampai hari ini kepastian itu masih ditunggu oleh alumni ITB. Namun belum ada jawaban yang pasti dari panitia Kongres.

Sampai saati ini pihak panitia belum memberikan jawaban resmi. Padahal pemilu tinggal 48 hari lagi yang direncanakan berlangsung tanggal 3 Desember 2011. Sudah pasti banyak pekerjaan besar yang mesti disiapkan. Dengan waktu yang tinggal sedikit ini, sejumlah alumni merasa pesimis hal ini akan terlaksana.

Keinginan menyelenggarakan e-voting ini sebenarnya sudah ditegaskan sendiri oleh Hatta Rajasa, Ketua Umum IA ITB yang sekarang. Dalam rapat kerja nasional yang berlangsung Maret 2011 lalu ia menyinggung mengenai salah satu program yang sangat penting di akhir kepengurusannya yaitu mempersiapkan Kongres yang merupakan suatu event besar di dalam Konstitusi IA-ITB.

Berikut ini pesannya dalam rakernas tersebut: “Kongres ini harus memberikan makna yang tinggi atau istilah saya sebuah pembelajaran bagi Republik. Kenapa demikian? Karena bagaimanapun juga Negara demokrasi ini salah satu ukurannya adalah bagaimana melangsungkan sebuah pesta demokrasinya dengan adil, jujur, transparan dan akuntabel ditambah satu lagi yaitu murah. Demokrasi kita di tanah air masih kita rasakan mahal sekali, baik dalam bentuk pesta demokrasi Pemilukada dan sebagainya maupun proses-proses politik lainnya yang terkadang melelahkan dan mahal.”

Lebih lanjut ia meminta pengurus untuk merumuskan sebuah bentuk pemilihan Ketua IA-ITB dalam bentuk yang lain sehingga dia bisa menjadi model. Menurutnya ia akan menjadi sebuah pembelajaran bagi bangsa ini. “Bagaimana kita melaksanakan dalam bentuk miniatur, karena kita khan sedikit tidak begitu banyak, tapi percayalah Kongres kemarin itulah terbanyak oleh sebuah kampus di seluruh Republik Ini. Di dunia ini barangkali, kalau dimana-mana tidak seperti kita, diikuti hampir 10.000 voters”

Kemudian Hatta menambahkan: “Nah kalo itu kita jadikan suatu bentuk miniatur di dalam sekian ratus juta pemilih atau Pemilukada dalam bentuk IT yang tidak mahal, transparan, akuntabel, dipertanggungjawabkan dan cepat, maka ini akan menggelitik kita mempersiapkan Pemilu 2014 secara IT yang orang di dunia manapun juga sudah menggunakan itu. Jadi tidak lagi terlalu primitive. Suaranya dibawa oleh ratusan orang, bagaimana mungkin sebuah kertas itu berganti-ganti suaranya dipegang orang begitu banyak, bisa gelinding nol-nya itu. Yang tadinya 10 ribu gelinding tinggal 1000 dia.”

Di dalam rakernas yang sama, ketua bidang Organisasi Jetti R Hadi ikut mengkonfirmasi pernyataan Hatta diatas. Ia menyatakan “Seperti tadi Ketua Umum sudah sampaikan kita ingin Kongres kita di 2011 yang Insya Allah di bulan November yang agendanya adalah Pemilihan Ketua Umum yang baru itu adalah merupakan pemilihan yang adil, jujur, transparan, murah, akuntabel dan cepat yang tentunya menggunakan IT.”

Sayang sekali rencana yang baik tadi tidak dieksekusi dengan optimal. Setidaknya belum ada sinyal tegas dari panitia kongres bahwa e-voting akan dilaksanakan.