Jum’at kemarin (21/10/11) telah diselenggarakan “DEBAT KANDIDAT CALON KETUA UMUM IA-ITB” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pengurus Daerah (PENGDA) Batam.

Acara yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam ini dihadiri oleh seluruh calon Ketua Umum IA-ITB yang berjumlah lima (5) orang lengkap didampingi oleh Team Suksesnya masing-masing.

Dari hasil wawancara dengan Bapak Eko, Wakil Ketua Pengda Batam, disampaikan bahwa acara berjalan cukup meriah dan para alumni yang berdomisi di Batam begitu antusias untuk hadir dan mengikuti jalannya acara debat kandidat tersebut.

Menurut Eko, adapun tujuan dari pelaksanaan acara debat kandidat ini adalah untuk mentransformasikan ide-ide atau gagasan-gagasan program yang diusung oleh masing-masing kandidat.

“Agar kawan-kawan alumni yang ada di daerah-daerah bisa mengetahui atau mendapatkan gambaran tentang program-program rancangan dari masing-masing calon bila ia nantinya terpilih menjadi Ketua Umum IA-ITB periode 2011-2014, kemudian bagaimana progresnya ke daerah-daerah”, papar Eko yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Eko menambahkan, kawan-kawan alumni, melalui Pengda Batam mengharapkan Pengurus Pusat yang dalam kesempatan ini calon ketua umumnya sedang berkompetisi untuk meraih kursi Ketua Umum, sebisa mungkin melaksanakan program-program kerja yang dilaksanakan di daerah-daerah, terutama di Batam.

“Pengda Batam mengharapkan kegiatan-kegiatan IA-ITB di daerah-daerah, terkhusus di Batam. Pada masa-masa awal seperti ini masing-masing Pengurus daerah sangat berharap dibuat kegiatan-kegitan IA-ITB yang dilaksanakan di daerah-daerah secara berkelanjutan, tidak hanya di awal-awal kepengurusan atau kepemimpinan saja”, jelas Eko.

“Kegiatan jangan hanya dilaksanakan di Jakarta dan Bandung saja”, tambah Eko.

Masih seputar program yang diusung oleh masing-masing calon, menurut Eko, beberapa kandidat yang mengusung program yang berorientasi pada kewirausahaan (teknopreneurship) sangat cocok untuk diterapkan di kota Batam.

“Ada tiga kandidat, yaitu Dasep, Amir Sambodo dan Nining yang orientasinya kepada kewirausahaan dan itu sangat aplikatif untuk di Batam”, ungkap Eko seusai mendengarkan penjelasan program kerja yang direncanakan oleh kelima kandidat Ketua Umum ITB tersebut.

Selain itu, Eko juga menyampaikan keluhannya tentang minimnya alumni ITB yang bergabung atau terdata di database Pengda Batam. Menurutnya ini menjadi tugas bersama, bukan hanya menjadi tugas Pengda Batam, tapi juga Pengurus Pusat untuk bisa meningkatkan jumlah keanggotan alumni ITB di batam melalui program-program kegiatan yang dilaksanakan di daerah, sehingga eksistensi dan kemanfaatan organisasi ini benar-benar bisa dirasakan.

Sementara untuk masalah pemilihan/pemungutan suara dalam kongres nanti , terlepas dari sistem yang dipergunakan, Eko menyatakan bahwa hal utama yang harus dikejar dalam Kongres  nantinya adalah silaturahmi di antara alumni dari berbagai daerah. Sementara untuk Kongres IA-ITB 2011 yang secara parsial juga dilaksanakan di kota Batam, Eko menyatakan bahwa di Batam yang pasti harus ramai.