Sabtu/19 Nov 2011 – Gedung Sate Kota Bandung siang itu terlihat berjuang keras melawan gelapnya awan mendung dengan kemeriahan acara yang tergelar di depan gedung dan di sekitarnya. Hari itu, Gedung Sate Kota bandung yang merupakan tempat mengabdinya Ahmad Heriawan,  Gubernur Jawa Barat, terlihat ramai dikunjungi oleh para generasi muda dan tua. Parkir mobil pun terlihat penuh sesak seakan hampir tak tertampung lagi.

Sedari pintu luar sudah terlihat aneka poster dan petunjuk yang dengan melihatnya kita sudah mampu tergambarkan tentang acara yang terdapat di dalam gedung. Tampak poster dan alat peraga beberapa calon Ketua Umum IA-ITB terpampang dengan gagahnya di luar pintu masuk gedung. Bahkan ada salah satu calon yang membawa dan meletakkan mobil ciptaannya di depan pintu masuk dengan membubuhkan namanya pada plat seri mobil mini kreasinya tersebut.

Kelima kandidat Ketua Umum IA-ITB periode 2011-2015, Amir Sambodo (MS 78),  Hermanto Dardak (SI 75), Dasep Ahmadi (MS 84), Nining I. Soesilo (AR 76), dan Sumaryanto Widayatin (SI 74), diboyong ke Gedung Sate Kota Kembang tersebut dan untuk kemudian dimasukkan sebagai objek utama dalam acara Debat Kandidat Ketua Umum IA-ITB yang secara resmi merupakan acara debat putaran yang terakhir oleh Panitia Kongres ke 8 IA-ITB ini.

Lebih dari 350 peserta alumni dari berbagai angkatan dan jurusan turut meramaikan kemeriahan acara debat kandidat putaran terakhir ini. Juga tampak hadir beberapa pejabat teras Pengurus Pusat IA-ITB di antara kerumunan para peserta yang terlihat antusias mengikuti jalannya acara debat tersebut.

Bila biasanya acara dikemas secara monoton, di mana para kandidat diberi limit waktu tertentu untuk menyampaikan visi, misi, dan program, lalu ada panelis yang bertanya, atau juga ada sesi tanya jawab dari peserta kepada calon, kini format dikemas dalam bentuk yang lebih unik dan kreatif, di mana ada sesi bagi masing-masing calon untuk melontarkan pertanyaan kepada salah seorang calon yang dikehendakinya untuk ditanyai. Selain itu, secara lebih terang-terangan, moderator di sesi akhir juga memberikan kesempatan kepada masing-masing perwakilan Tim Sukses untuk melontarkan pertanyaan kepada calon lain yang dikehndakinya.

Tentu saja format acara ini sangat gampang memanaskan suasana acara. Terbukti acara tidak pernah berhenti dari gemuruh dan teriakan-teriakan dukungan dari para peserta dan undangan yang memenuhi ruangan acara tersebut.

Selain debat, disediakan pula mesin ‘e-vote’ di dalam ruangan acara. Para undangan yang hadir dipersilahkan untuk melakukan simulasi pemungutan suara melalui mesin tersebut yang nantinya akan dipergunakan dalam Pemilihan Ketua Umum IA-ITB pada Kongres tanggal 2-3 Desember 2011 mendatang.

Hasil simulasi ‘e-vote’ yang diperoleh dari acara antara lain :

  1. Amir Sambodo (45 suara),
  2. Hermanto Dardak (79 suara),
  3.  Dasep Ahmadi (24 suara),
  4.  Nining I. Soesilo (15 suara), dan
  5. Sumaryanto Widayatin (105 suara).

Ini adalah hasil simulasi yang dilakukan di acara Debat Kandidat di Gedung Sate, tentu saja, hasil perolehan suara ini tidak menginterpretasikan suara yang sesungguhnya. Karena suara yang sesungguhnya hanya akan terlihat di saat pemungutan suara pada Kongres nantinya, sementara simulasi kali ini lebih menitikberatkan kepada sisi sosialisasi alat dan tata cara pemungutan suara melalui alat ‘e-vote’ tersebut.