JAKARTA – Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) masih akan berlangung awal Desember mendatang, namun di beberapa lokasi telah dilakukan simulasi pemilihan dengan electronic voting (e-voting).Dalam dua kali pelaksanaan simulasi e-voting di Jakarta dan Bandung, kandidat Ketum IA ITB Sumaryanto Widayatin unggul dari empat calon lainnya.

Elektronik voting yang digelar di Jakarta, Senin, 21 November 2011 malam misalnya, menunjukkan keunggulan Sumaryanto Widayatin (SI ’74) dengan 179 suara. Posisi kedua ditempati Amir Sambodo (MS ’78) dengan 113 suara. Peringkat ketiga ada Hermanto Dardak (SI’75) dan Nining I Soesilo (AR’76) dengan 49 suara, serta juru kunci adalah Dasep Ahmadi (MS’84) dengan 21 suara.

Pelaksanaan e-voting di Gedung BPPT Jakarta inimenghadirkan 432 alumni ITB dari Jabodetabek. E-voting tersebut merupakan simulasi dari pelaksanaan pemilihan ketua umum IA ITB pada 3 Desember mendatang yang digelar serentak di seluruh kota di Indonesia.

“Ini simulasi untuk menguji elektabilitas calon sekaligus uji coba cara elektronik dalam pemilihan mendatang,” kata Fajar, panitia e-voting di gedung BPPT Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Panita e-voting memulai pelaksanaanya dengan mengundang alumni ITB melalui milis atau undangan resmi ke semua tim sukses para kadidat ketua umum. Pada pelaksanaanya, peserta e-voting mendatangi lokasi dengan mendaftar terlebih dahulu. Kemudian, tim sukses para kandidat ketum IA ITB diberi waktu kampanye dan memperkenalkan jago mereka.

Selanjutnya, peserta yang telah mantap dengan pilihannya memasuki bilik suara dan memilih kandidat dengan menekan tombol angka 1-5 yang ada dalam bilik suara. Angka ini merupakan nomor para kandidat. Yaitu, Amir Sambodo nomor 1, Hermanto Dardak nomor 2, Dasep Ahmadi nomor 3, Nining I Soesilo nomor 4, dan Sumaryanto Widayatin nomor 5.

Mesin e-voting yang merupakan karya Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi MIPA ITB ini menyerupai mesin ATM. Peralatan ini juga dilengkapi dengan printer untuk mencetak hasil pilihan sebagai bukti cadangan apabila penghitungan secara elektronik menimbulkan perselisihan.

Kemenangan Sumaryanto dalam e-voting ini ditanggapinya dengan legawa. Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik di kementerian BUMN itu berharap pelaksanaan pemilihan mendatang dilakukan dengan jujur dan adil. Untuk itu, dia menekankan basis data para alumni ITB dibuat secara akurat.

“Saya berterima kasih dengan kepercayaan ini. Meski baru simulasi pemilihan, namun ini bagi saya sudah mewujudkan bentuk kepercayaan teman-teman alumni atas saya,” kata Sumaryanto.(Iman Rosidi/Sindoradio/rfa)

Source: Okezone